Peristiwa itu terjadi pada 20 November 1979. Umat Islam dari seluruh dunia berkumpul untuk salat Subuh di sekitar Ka'bah. Mendadak, pemberontak muncul.
Nelayan di Tegal menggelar ritual sedekah laut. Dalam tradisi ini, nelayan melarung lima ancak berisi kepala kerbau ke tengah laut sebagai ungkapan rasa syukur.
Masyarakat di pesisir pantai zaman dahulu disebut pandai mengetahui potensi bencana alam. Mereka kerap mengaitkan tsunami dengan mitos kemarahan penguasa laut.