Al Jazeera menilai Anas Al Sharif dan ketiga rekannya dibunuh sebagai "aksi membungkam pers jelang pendudukan Gaza". Israel menudingnya bekerja untuk Hamas.
Selama beberapa jam, tim jurnalis BBC ditahan dalam kondisi mata tertutup, tangan diborgol di bawah todongan senjata. Tentara Israel menghapus semua rekaman.
PM Israel Benjamin Netanyahu mengatakan bahwa pasukan militer Israel akan menghancurkan dua benteng Hamas yang tersisa di Kota Gaza dan kamp-kamp pusat.
Erdogan mengatakan bahwa tidak ada seorang pun yang memiliki hati nurani bisa tetap diam menyaksikan genosida yang dilakukan Israel terhadap Palestina.
Keluarga sandera Israel yang ditawan di Gaza menyerukan mogok nasional sebagai bentuk protes atas keputusan kabinet keamanan Israel untuk mengambil alih Gaza.