Senyampang bulan Ramadhan, inilah saat yang tepat untuk menjajal Eat & Eat yang baru di Gandaria City yang juga baru. Ada 24 kedai yang menampilkan makanan dan minuman halal yang bisa dijadikan tempat berbuka puasa.
Buat penggemar berat sambal yang super pedas, tempat ini cocok buat buka puasa nanti. Bebek dan ayam gorengnya empuk gurih sekaligus renyah plus 6 jenis sambal yang heboh pedasnya. Siap-siap saja menyapu keringat yang bercucuran! Huah.. huah..!
Di Jalan Raya Kadewatan, dekat Ubud, ada satu ruas jalan yang hampir selalu macet sepanjang hari. Di sana ternyata ada tiga warung makan yang terkenal dengan sajian "nasi ayam kadewatan". Hmm... seperti apa ya?
Cafe Wayan adalah salah satu tempat makan populer yang pertama di kawasan Ubud. Di cafe ini lahir masakan Crispy Duck dan Laka-Leke yang populer. Senyum manis pemiliknya membuat sajiannya terasa makin nikmat.
Dulu, bila sedang berada di Ubud dan ingin makan steak, maka yang muncul di benak pastilah selalu Naughty Nuri's, di seberang Museum Neka. Tetapi, begitu muncul Cinta Grill di Monkey Forest Road, pilihan pun segera beralih.
Kesembilan mahasiswa peserta beasiswa Darmasiswa dari Jerman tersebut akan belajar bahasa dan seni budaya Indonesia di UNS (Semarang), Unila (Lampung), ISI Denpasar dan P4TK Keseninan Yogyakarta.
Nomenklatur lawa di Palopo dan Luwu ini sama dengan lawar di Bali. Soalnya, bila melihat bentuk sajiannya, lawa dan lawar mempunyai banyak kemiripan. Lawa maupun lawar sama-sama memakai sayur, parutan kelapa, serta tambahan protein.