Ancaman tsunami masih belum berhenti menghantui Jepang. Dalam waktu tidak lama lagi, tsunami setinggi tiga meter akan menghantam kawasan pesisir timur laut Jepang.
Tim Relief Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) telah mengevakuasi WNI yang berada di zona-zona berbahaya di Jepang. 3 WNI yang berada di radius 70 km dari PLTN Fukushima telah dibawa ke Tokyo.
Dari estimasi 10 ribu korban jiwa, baru 1.600 jasad yang ditemukan kepolisian nasional Jepang. Jumlah ini kemungkinan akan terus bertambah mengingat masih banyak yang dinyatakan hilang.
Kebocoran "kecil" dialami PLTN Fukushima akibat gempa dan tsunami yang melanda Jepang pada Jumat (11/3) lalu. Jika hujan turun, maka partikel ini diyakini tidak akan ke mana-mana.
Nasib WNI di Jepang setelah gempa berkekuatan 9 SR masih terus dicari. Informasi terakhir, ada empat WNI yang berprofesi sebagai ABK di kapal penangkap ikan Maguro hilang.
Hiromitsu Shinkawa (60), warga Kota Minamisoma, Prefektur Miyagi, ditemukan selamat setelah terseret tsunami 15 km ke tengah laut bersama rumahnya. Shinkawa ditemukan terapung di atas puing atap rumahnya.