Menteri Luar Negeri Rusia mengatakan negaranya akan menyerahkan bukti baru bahwa pemberontak Suriah bertanggung jawab atas serangan senjata kimia kepada Dewan Keamanan PBB.
Rusia menuduh inspektur senjata PBB membuat laporan berat sebelah dan bermuatan politik mengenai penggunaan senjata kimia di Suriah. Inspektur PBB mengatakan gas sarin digunakan dalam serangan di pinggiran Damaskus.
Rezim Suriah menyerahkan material baru kepada pemerintah Rusia yang mengindikasikan keterlibatan pemberontak dalam serangan kimia di dekat Damakus pada 21 Agustus lalu.
AS menuding Rusia mengabaikan fakta-fakta soal serangan gas kimia di Suriah. Tudingan ini muncul seiring meningkatnya ketegangan antara negara Barat dengan Rusia terkait senjata kimia Suriah.
Tim inspeksi PBB yang melakukan penyelidikan di Suriah memastikan bahwa serangan kimia memang telah terjadi pada 21 Agustus lalu. Namun dalam laporan tim PBB itu tidak disebutkan siapa yang melakukan serangan kimia itu.
Sekjen PBB Ban Ki-moon mengatakan zat sarin ditemukan dalam serangan di Suriah, namun tak menyebut siapakah pelaku di balik penyerangan 21 Agustus lalu.
Sekjen PBB Ban Ki-moon akan menyampaikan laporan mengenai senjata kimia Suriah. Ban akan menyampaikan temuan tim inspeksi PBB tersebut ke Dewan Keamanan PBB pada Senin siang waktu setempat.
Menteri Rekonsilasi Suriah menyambut baik kesepakatan Amerika Serikat dan Rusia tentang senjata kimia negara itu. AS dan Rusia mencapai kesepakatan bahwa Damaskus harus memberikan semua rincian tentang pasokan senjatanya dan senjata kimia dimusnahkan pada pertengahan 2014.