Pemerintah masih terus berupaya mencari solusi terhadap gelombang pengungsi asal Rohingya yang masuk ke Indonesia. Pemerintah membantu para pengungsi atas dasar kemanusiaan.
Badan-badan PBB menyerukan Indonesia, Malaysia dan Thailand untuk meningkatkan operasi penyelamatan di laut dan berhenti mencegah ribuan migran mencapai wilayah negara-negara tersebut.
Hingga Mei 2015, Indonesia menjadi tempat persinggahan 12 ribu pengungsi dari 41 negara. Menlu Retno LP Marsudi akan menekankan 3 hal saat membicarakan ini dengan Malaysia dan Thailand di Kuala Lumpur pada Rabu (20/5) besok.
Beberapa gelombang pengungsi dari Rohingya dan Bangladesh mendatangi Indonesia, Malaysia dan Thailand. Di Indonesia sendiri, pengungsi-pengungsi itu memakai perahu dan terdampar di Aceh dan Sumatera Utara dalam 4 gelombang.
<p>Bekas pejabat lokal di Thailand Selatan bernama Patchuban Angchotipan ditangkap pihak berwajib dengan tuduhan menjadi otak jaringan penyelundupan manusia.Penangkapan Patchuban merupakan rangkaian tindakan pemberantasan penyelundupan manusia oleh pemerintah Thailand beberapa waktu terakhir. </p>
Pengungsi etnis muslim Rohingya yang ‎mendatangi Indonesia diselamatkan oleh nelayan Aceh. Pihak TNI menengarai pengungsi itu menjalankan modus tertentu agar nelayan bisa menyelamatkan mereka.
Pemerintah Indonesia diminta untuk memberikan penampungan terhadap pengungsi Rohingya. Dunia internasional juga harus melakukan penekanan terhadap rezim Myanmar.
Indonesia, Malaysia dan Thailand akan mengadakan pertemuan untuk membahas cara-cara mengatasi perdagangan manusia. Pertemuan ini akan digelar di Kuala Lumpur, Malaysia pada Rabu, 20 Mei.