"Kita ini kalau CPO sebagai eksportir bukan importir. Harus ada harga acuan untuk domestiknya berapa. Jangan harga internasional dipakai untuk nasional."
"Konsep ke depannya akan diberi label Rp 14.000/liter. Jadi masyarakat bisa protes kalau ada yang menjual di atas Rp 14.000/liter karena diberi label,"
Menurut Andre operasi pasar yang dilakukan berkali-kali oleh Kementerian Perdagangan tidak efektif dalam mengendalikan harga minyak goreng didalam negeri.