Bank Indonesia dan Kementerian Keuangan sepakat berbagi beban untuk mendanai program prioritas Presiden Prabowo, dengan pembelian SBN mencapai Rp 200 triliun.
PM Jepang Sanae Takaichi ingin menambah belanja negara demi memacu pertumbuhan. Namun dengan beban utang yang tinggi, ekspansi fiskal Tokyo dinilai rentan.