Tidak adanya petugas jaga Polwan dijadikan kesempatan oleh tahanan teroris, Roki Apris Dianto (29) untuk kabur dari Rutan Polda Metro Jaya dengan memakai cadar sebagai upaya penyamarannya.
Tahanan teroris, Roki Apris Dianto (29), berhasil kabur dari Rutan Narkoba Polda Metro Jaya setelah mengelabui petugas dengan memakai cadar saat jam kunjungan. Lucunya, dari 23 pembesuk bercadar, tidak ada satu pun yang tengah mengunjungi Roki.
Rutan Polda Metro Jaya sering ketitipan tahanan baik dari jajaran kepolisian wilayah atau pun instansi lain seperti kejaksaan. Khusus untuk tahanan teroris, Rutan Polda Metro Jaya dipenuhi oleh sedikitnya 70 tahanan teroris.
Berbeda dengan tahanan umum lainnya, tahanan teroris mendapat perlakuan khusus. Tidak hanya dalam hal pengamanan, waktu kunjungan bagi pembesuk teroris hanya satu hari dalam seminggu.
Mabes Polri memeriksa semua pihak yang terkait dengan kaburnya tahanan teroris titipan kejaksaan, Roki Apris Dianto (29) dari Rutan Polda Metro Jaya. 23 Pembesuk yang saat itu berkunjung ke Rutan Narkoba juga akan diperiksa.
Mabes Polri memperketat pengamanan di Rutan Narkoba Polda Metro Jaya pascakaburnya tahanan teroris, Roki Apris Dianto (29). Tidak hanya itu, Polri juga akan menambah kekuatan pengamanan di blok khusus tahanan teroris di Rutan tersebut.
Mabes Polri dan Polda Metro Jaya mengevaluasi pengamanan di Rutan Narkoba terkait kaburnya tahanan teroris titipan kejaksaan, Roki Apris (29). Seluruh rangkaian CCTV (Circuit Closed Television) juga diperiksa polisi.
Polri membentuk tim khusus untuk memburu Roki Apris (29), tahanan teroris yang kabur dari Rutan Narkoba Polda Metro Jaya. Tim khusus ini disebar ke sejumlah daerah.