Menteri ESDM Bahlil mengungkapkan 54% impor LPG Indonesia berasal dari AS. Pemerintah berencana tingkatkan impor sebagai respons tarif timbal balik AS.
Pemerintah Indonesia menganggarkan sebesar US$ 15,5 miliar atau sekitar Rp 249,5 triliun (kurs Rp 16.100) untuk belanja produk energi dari Amerika Serikat (AS).