Dokter pada masa kolonial adalah sosok "elite rakyat hibrida". Tak hanya menyembuhkan secara fisik, mereka ikut menyemai pemikiran dan merintis pergerakan.
Tim gabungan merazia penyakit masyarakat di sejumlah wisma. Hasilnya, petugas mengamankan pasangan mesum, pekerja seks, waria, hingga anak membawa narkoba.