Pesawat superjumbo Airbus A380 milik Qantas yang mendarat darurat di Singapura telah mengalami masalah serius di bagian belakang salah satu mesin jetnya. Badan investigasi kecelakaan udara Prancis, BEA bahkan menyebut kejadian itu sebagai insiden serius.
Pesawat Qantas QF32 yang bertipe Airbus 380-800, kembali ke Bandara Changi, Singapura setelah mengalami kerusakan mesin di langit Batam. Seluruh penumpang pun terpaksa bermalam di Singapura sebelum melanjutkan perjalanan ke Sydney, Australia.
Pesawat superjumbo Airbus A380 milik Qantas harus mendarat darurat karena mengalami masalah pada salah satu mesinnya. Menurut kesaksian seorang penumpang, dirinya mendengar suara ledakan. Namun menurutnya, tak ada kepanikan di antara penumpang selama insiden itu.
Pesawat superjumbo A380 milik Qantas Airways dengan nomor penerbangan QF 32 mengalami gangguan mesin setelah 6 menit mengudara. Gangguan tersebut menyebabkan komponen mesin di sebelah kiri terkoyak dan berjatuhan di Batam.
Pesawat Qantas bernomor QF 32, terpaksa kembali ke landasan karena rusak mesin, setelah 6 menit terbang dari Singapura. Sebelum mendarat, pilot membuang bahan bakar di perairan Point HOSBA.
Qantas Airways menjamin akan memberikan ganti rugi pada korban yang terkena serpihan komponen pesawat di Batam. Kepastian ini disampaikan pihak Kementerian Perhubungan (Kemenhub) yang sudah berbicara dengan pihak Qantas.
Maskapai penerbangan Australia, Qantas memutuskan untuk menghentikan semua penerbangan pesawat Airbus A380 miliknya. Langkah ini dilakukan menyusul masalah mesin yang dialami pesawat A380 flight QF32 bertujuan Sydney, Australia.
Pihak Bandara Changi Singapura meminta data kerugian akibat serpihan pesawat Qantas bertipe Airbus A380 yang jatuh di wilayah Batam. Pengelola Bandara Hang Nadim, Batam, pun bersedia membantu mendata.