A mengaku mendapat Rp 20 juta sejak menjual para remaja kepada Medlin, pada Februari 2020. Sementara para remaja itu diberi Rp 2 juta tiap kali malayani Medlin.
Medlin diduga kerap mem-booking anak di bawah umur ke rumahnya untuk dijadikan sebagai budak seks. Dia melakukan hal tak lazim: mendokumentasikan perbuatannya.