Sebelum KLB, Partai Demokrat (PD) sempat mensyaratkan agar calon ketua umum, begitu juga dengan ketua harian, tak rangkap jabatan. Namun kemudian syarat itu diubah, kandidat ketua umum/ketua harian boleh merangkap jabatan. Apa alasannya?
Wakil Ketua Umum Partai Golkar Agung Laksono menganggap tak masalah jika Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) melakukan rangkap jabatan dengan menjadi Ketua Umum Demokrat.
Anggota Dewan Pembina Partai Demokrat (PD) Achmad Mubarok meyakini SBY tak bersedia dicalonkan menjadi ketum. Mubarok yakin SBY akan menunjuk orang kepercayaan.
Ketua Fraksi Partai Demokrat di DPR, Nurhayati Ali Assegaf meyakini SBY akan tetap fokus pada tugas negara bila terpilih jadi ketum partai. Kinerja pemerintahan tidak akan terganggu.
Saat ini internal Partai Demokrat (PD) ramai-ramai mendaulat Ketua Majelis Tinggi PD Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menjadi ketua umum PD. Apakah SBY akan menerima mandat menjadi ketua umum dan memimpin penyelamatan partai?
"Kader yang sudah 5 tahun jadi pengurus, boleh rangkap jabatan, tapi jangan ujug-ujug (orang baru) pakai jaket biru (jas Demokrat)," kata ketua OC KLB yang juga anggota majelis tinggi, Max Sopacua.
Dalam pertemuan dengan para pemimpin redaksi media massa, SBY selaku ketua Majelis Tinggi PD menyinggung soal Kongres Luar Biasa (KLB) yang akan digelar di Bali akhir Maret 2013. Menurut SBY, KLB tidak seseram yang diberitakan selama ini.