Hujan deras yang mengguyur kawasan Jakarta mengakibatkan kemacetan di mana-mana. Jalur Palmerah-Kuningan ditempuh dengan menggunakan motor, perlu waktu 1,5 jam.
Berbulan-bulan rakyat Indonesia disuguhi sirkus Bank Century dan turunanannya (seperti kasus Susno, Gayus, Bibit-Chandra ) yang sangat melelahkan dan memusingkan rakyat kebanyakan. Setelah itu, matilah air!
Pelanggan air PAM di sebagian wilayah Jakarta menyesalkan sikap operator Palyja dan Aetra yang tidak memberi pengumuman matinya air. Namun Palyja dan Aetra mengaku sudah menghubungi pelanggan.
PT Aetra menjamin pasokan air ke rumah warga Jakarta yang kesulitan air akan normal kembali pada 9 Mei. Operator air bersih di Ibukota itu akan mengusahakan agar aliran air akan berangsur pulih sejak hari ini.
Operator penyedia air bersih di Jakarta, PT Aetra menolak memberikan kompensasi kepada warga Jakarta yang kesulitan mendapatkan air. Aetra fokus pada perbaikan pelayanan air bersih.
Setelah menegur Dirut PAM Jaya, Haryadi Priyo Utomo, Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo (Foke) memanggil pimpinan Palyja dan Aetra. Pertemuan diduga akan membahas krisis air di sebagian wilayah Jakarta.
Operator penyedia air bersih di Jakarta PT PAM Lyonnaise Jaya (Palyja) membantah jika terjadinya krisis air karena ada masalah dalam proses distribusi. Penyebab utama krisis tersebut adalah minimnya pasokan air dari Waduk Jatiluhur.
Tak hanya operator PT Aetra yang bermasalah dengan penyediaan air bersih bagi warga Ibukota.Palyja juga mengalami masalah yang sama. Pangkal permasalahan yang dialami oleh Palyja pun sama dengan Aetra, yakni kekurangan suplai air baku