Pemerintah akan melakukan negosiasi tahap awal pengelolaan Inalum pada 30 Oktober 2012. Jadwal tersebut sudah ditetapkan pemerintah bersama Nippon Asahan Alumunium
Pemerintah akan mengambil seluruh kepemilikan PT Indonesia Asahan Almunium (Inalum) pada 2013 sesuai dengan kontrak yang akan berakhir pada tahun tersebut.
BUMN asal Uni Emirat Arab Mubadala Development Company mengajukan proposal investasi ke pemerintah Indonesia. Mereka tertarik membangun pabrik olahan (smelter) bauksit menjadi alumina.
Kementerian BUMN ingin PT Indonesia Asaham Aluminium (Inalum) bisa menjadi milik BUMN 100%. Hal ini diperlukan agar Indonesia tidak bergantung pada impor bahan baku produk alumunium.
Pemerintah berharap harga jual PT Inalum berada di bawah harga buku yang sebesar US$700 juta atau sekitar Rp 6 triliun. Hal ini pun ditegaskan oleh Pusat Investasi Pemerintah (PIP).