Sekitar 1.200 orang massa Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Sumut menggelar aksi unjuk rasa ke kantor Konjen Amerika di Medan. Mereka menolak rencana kedatangan Presiden Amerika Serikat, Barack Obama ke Indonesia.
Jika RMS berusaha mempermalukan Indonesia, KBRI di Belanda siap menghadapinya. Tapi ketika Pengadilan Den Haag mengabulkan permintaan pengadilan dipercepat (kort geding) saat kunjungan SBY, itu yang di luar dugaan.
Premanisme merajalela. Berbagai peristiwa itu menebarkan rasa resah. Kita jadi ingat peristiwa kelam ‘penembak misterius’ atau Petrus. Pola menumpas kejahatan dengan cara jahat. Adakah itu perlu?