Penyidikan perkara pembunuhan Feby Lorita (31), wanita yang ditemukan tewas di dalam mobil Nissan March di TPU Pondok Kepala, Pondok Kopi, Duren Sawit, Jakarta Timur, dilimpahkan ke Polda Metro Jaya. Mengingat, perkara pembunuhan itu dilakukan di dua wilayah berbeda.
Tumor menggerogoti sekujur tubuh dan wajah Sarotin. Pernah ditawari operasi gratis, Sarotin menolak. Menurut dokter, operasi pun belum tentu menyelesaikan masalah.
Dinas Sosial pernah merujuk Sarotin ke rumah sakit, agar tumor yang membuat wajahnya meleleh itu dioperasi. Sarotin mengaku lebih memikirkan sekolah anak bungsunya yang masih SD.
Tumor menggerogoti sekujur tubuh Sarotin. Selain dipenuhi gelembung-gelembung tumor, wajah Sarotin juga tampak meleleh karena salah satu gelembung membesar hingga turun dan menutupi mata kirinya.
Sarotin memiliki tumor berwujud gelembung-gelembung di wajah dan sekujur tubuhnya. Ia mengaku, gelembung-gelembung itu mulai tumbuh sejak dirinya masih kecil.
Dua kali muncul di hadapan publik, Ido tidak ditunjukkan wajahnya secara utuh. Polisi hanya memperlihatkan punggung saat jumpa pers dan hari ini saat olah TKP dia memakai penutup wajah.
Usai menggelar olah TKP kasus pembunuhan Feby Lorita (31) oleh Asido April Parlindungan Simangunsong alias Ido, polisi menemukan bercak darah di sejumlah objek. Seperti di ruang tamu dan dapur rumah kerabat Ido tersebut.
Polisi melakukan olah TKP pembunuhan Feby Lorita (31) yang dilakukan Asido April Parlindungan Simangunsong alias Ido (28) di Bogor, Jawa Barat, sore ini. Proses olah TKP berlangsung tertutup.
Seorang penjual nasi di dekat rumah tempat eksekusi Feby Lorita (31) sibuk mengemas nasi dan lauk ke dalam kertas minyak. Penjual nasi bernama Yani (54) itu berkisah soal Ido, pelaku pembunuhan si cantik Feby.