Banjir melanda Jakarta pada 18 Januari 2026, merendam 48 RT dan 29 ruas jalan. Hujan deras menyebabkan ribuan warga mengungsi dan gangguan transportasi.
Warga Suku Kawei memalang Pulau Wayag sebagai protes atas pencabutan izin 4 perusahaan tambang nikel. Mereka tuntut pemerintah batalkan keputusan tersebut.