Kemenhut menyebut aktivitas pendakian di Gunung Rinjani menghasilkan Rp 15 miliar per bulan, mendukung ekonomi lokal dan pelestarian budaya masyarakat setempat.
Penelitian mengungkap ekosistem 'Galapagos Bawah Tanah' yang kaya mikroorganisme. 70% mikroba hidup di bawah permukaan, menyimpan kekayaan genetik luar biasa.