5 Mahasiswa ITS membuat sistem pendeteksi tubuh mengantisipasi COVID-19. Ide ini diangkat dari kelemahan pengukuran suhu tubuh yang masih menggunakan manusia.
Tidak semua orang terpapar COVID-19 menerima dengan lapang. Bahkan ada yang kabur tak mau diisolasi. Mengantisipasinya, empat mahasiswa ITS ciptakan pendeteksi.
Sebuah tim gabungan berupaya menciptakan pendeteksi COVID-19 berbasis mesin SPR (Surface Plasmon Resonance) yang diklaim mampu mengatasi kelemahan teknik PCR.
Ketua FK2PT Agus Suherman berpandangan, pandemi COVID-19 berdampak negatif terhadap semua sektor industri, tidak terkecuali industri hulu perikanan tangkap.