Ternate memiliki sangat banyak kuliner khas lokal yang diolah dengan ikan sebagai bahan utama. Salah satunya adalah boboto yang populer sebagai santapan sehari-hari maupun sajian pesta. Apa itu boboto?
Di Jalan Raya Kadewatan, dekat Ubud, ada satu ruas jalan yang hampir selalu macet sepanjang hari. Di sana ternyata ada tiga warung makan yang terkenal dengan sajian "nasi ayam kadewatan". Hmm... seperti apa ya?
Nomenklatur lawa di Palopo dan Luwu ini sama dengan lawar di Bali. Soalnya, bila melihat bentuk sajiannya, lawa dan lawar mempunyai banyak kemiripan. Lawa maupun lawar sama-sama memakai sayur, parutan kelapa, serta tambahan protein.
Ingin makan siang yang komplet siang ini? Nasi campur ini bisa jadi pilihan tepat. Tak hanya lauk pauk yang kaya protein, tapi serat pun terpenuhi. Mulai dari satai lilit, lawar kacang, tum ayam, hingga dengan sambal matah yang pedas menggigit. Coba saja!
Pasir putih, deburan ombak dan sapuan angin sore yang sejuk menemani kami menyantap udang bakar dan satai lilit yang sedap. Cocolan sambal matah khas Jimbaran membuat santapan makin nikmat saja!
Saya mendengar di radio, Pemerintah Daerah Provinsi Bali menganggarkan Rp 5 miliar untuk pengembangan pariwisata. Setidaknya, harapan Bali untuk menggaet 1,9 juta wisatawan mancanegara dapat terpenuhi.
Saya mendengar di radio, Pemerintah Daerah Provinsi Bali menganggarkan Rp 5 miliar untuk pengembangan pariwisata. Setidaknya, harapan Bali untuk menggaet 1,9 juta wisatawan mancanegara dapat terpenuhi.
Hidangan dari dapur pulau dewata ternyata memiliki keunikan cita rasa yang sama menarik dengan pesona alamnya. Jika belum terlalu akrab dengan hidangan khas Bali. Coba saja sajikan satu dua jenis hidangan untuk yang praktis dan segar untuk keluarga. Apa saja jenis makanan khas Bali? Bagaimana mengolah dan menyajikannya? Simak infonya di sini!
Bagi Tim Ekspedisi BBN 2007, perjalanan menyusuri Trans Sulawesi merupakan petualangan kuliner. Pedasnya dabu-dabu, berlemaknya kaledo dan hangatnya konro, sedaaap!