Ulat bulu yang menyerang beberapa kecamatan di Kabupaten Probolinggo dipastikan tidak mengancam tanaman pangan. Hasil penelitian yang dilakukan kementerian pertanian, hama tersebut hanya memangsa tanaman berpohon tinggi.
Hama ulat bulu yang terus meluas di Jawa Timur diduga akibat kerusakan ekosistem. Untuk penyelamatan ekosistem, penggiat lingkungan akan melepaskan ribuan burung ke alam bebas dan menanam seribu bibit pohon.
Kementerian Pertanian setidaknya telah mengirim tim khusus yang berisi para profesor pertanian. Namun hingga kini penyebab pasti ledakan ulat bulu masih beragam.
Ledakan hama ulat bulu khususnya di Probolinggo, Jawa Timur hanya menyerang 1,2% dari populasi pohon mangga di wilayah tersebut. Hama ulat bulu juga tak mengganggu jagung dan padi.
Meski populasi ulat bulu di Jalan Kertajaya dan Hayam Wuruk yang menyerang pepohohan dan pemukiman sudah dipastikan susut. Namun hama ulat bulu kini menyebar ke dua kecamatan di Jombang.
Penyemprotan insektisida pada ulat bulu yang menyerang mangga manalagi di Probolinggo, Jawa Timur, dinilai kurang efektif. Ulat bulu bisa menyerang tanaman mangga lagi.
Serangan ulat bulu sudah meluas hingga beberapa daerah di Jawa Timur. Kejadian itu dianggap Gubernur Soekarwo bukan sebuah bencana. Hama ulat bulu itu menurutnya imbas dari perubahan iklim.
Tak hanya Probolinggo dan Pasuruan, ulat bulu juga sudah meresahkan warga di Kabupaten Jombang. Ulat dengan jumlah ribuan tersebut menyerang pepohonan dan rumah penduduk.
Kementerian Pertanian akan menurunkan tim untuk melakukan penelitian hama ulat bulu yang menyerang ribuan pohon mangga di Probolinggo dan Pasuruan. Diharapkan bisa menghasilkan solusi permanen.