Anak muda pintar di bidang AI semakin dibayar tinggi. Peneliti AI asal China, Luo Fuli, yang memainkan peran penting dalam mengembangkan model AI inovatif.
Radical Numerics claims it has injected an AI-designed virus into a human for the first time, as a therapy against antibiotic-resistant bacterial infections.
Seorang guru fisika di Tapanuli mengaku sempat enggan mempelajari AI karena menganggapnya hanya menjadi alat mencontek. Namun ia justru berubah pikiran.