Konsorsium Syailendra Capital bersama Sovereign Wealth Fund (SWF) asal Asia, untuk memborong saham perdana PT ABM Investama Tbk senilai Rp 1,35 triliun, dengan menyerap 360 juta lembar saham.
PT ABM Investama Tbk menetapkan harga saham perdana atau initial public offering (IPO) Rp 3.750 per saham. Bapepam-LK sudah memberikan pernyataan efektif hari ini.
PT ABM Investama Tbk, mendapat tujuh kontrak jasa pertambangan senilai US$ 1 miliar. Perseroan masih mengincar tiga kontrak pertambangan baru hingga tahun depan.
PT ABM Investama Tbk menetapkan harga saham perdana atau IPO di kisaran Rp 3.250 - Rp 4.650. Total dana maksimal yang dapat perseroan himpun Rp 2,58 triliun.
PT ABM Investama Tbk akan melangsungkan penawaran umum saham perdana alias IPO pada 6 Desember 2011. Perseroan akan menjual 550,633 juta saham dalam IPO itu.
Calon emiten ABM Investama menargetkan volume kontrak produksi batubara di 2011 mencapai 12 juta metrik ton. Produksi tersebut didapat dari anak usahanya yaitu Cipta Kridatama.
PT ABM Investama membuka peluang untuk memundurkan rencana IPO, yang semula akhir tahun ini. Perseroan masih menimbang-nimbang eksekusi IPO, karena faktor kondisi pasar.
Tiga perusahaan siap menjadi emiten baru di Bursa Efek Indonesia (BEI). Mereka bergerak di bidang usaha ritel distribution, perdagangan dan pertambangan.
Greenwood Sejahtera siap IPO dengan jumlah lembar saham yang dilepas ke publik sebanyak 13.338.500.000 lembar. Tergat listing perseroan pada Desember 2011.