Rusia menegaskan "sama sekali tak ada keterlibatan" dalam upaya meretas informasi terkait pengembangan vaksin Corona, tegas juru bicara Presiden Vladimir Putin.
Direktur Utama Biofarma mengatakan studi pra-klinis dan uji klinis siap dilaksanakan tahun 2021, jika hasilnya menjanjikan vaksin siap diedarkan awal 2022.