Sedikitnya 12 warga Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) tewas dan puluhan lainnya dalam kondisi kritis setelah wabah diare mengganas di daerah itu dua pekan terakhir. Para korban tewas terbanyak berasal dari Pulau Adonara, di sebelah tenggara Flores Timur. Sedangkan di Larantuka, ibukota kabupaten, puluhan penderita masih menjalani perawatan secara intensif dari tim medis.
Penyakit campak sangat berbahaya karena dapat menyebabkan cacat dan kematian yang diakibatkan oleh komplikasi seperti radang paru/pneumonia, diare, radang telinga, radang otak, terutama anak dengan gizi buruk. Campak adalah penyakit yang disebabkan oleh virus yang sangat infesius (sangat menular).
Japan Disaster Relief Team I yang dikirim pemerintah Jepang ke Aceh untuk menangani korban gempa dan tsunami telah menyelesaikan tugasnya Selasa (11/1/2005) kemarin. Tim II kini telah masuk ke Aceh dan bertugas hingga 20 Januari.
World Health Organization (WHO) mengatakan diperlukan dana mendesak sebesar US$60 juta untuk mencegah munculnya berbagai penyakit menular pasca tsunami di seluruh wilayah terkena bencana tsunami di Asia.
Masalah kesehatan terus membayangi korban tsunami seperti diare dan radang paru-paru. Tak kalah serius adalah penyakit ganggren yang berujung amputasi.