Pemerintah menyadari 'kereta birokrasi' yang dikemudikan selama ini membawa terlalu banyak beban sehingga tidak efektif dan efisien dalam menjalankan tugasnya.
"Titik poinnya kita ada di minus 4,3% jadi lebih dalam dari yang kita sampaikan minus 3,8%," kata Sri Mulyani di gedung DPR, Jakarta, Rabu (15/7/2020).
Salah satu bank Badan Usaha Milik Negara PT Bank Tabungan Negara Tbk berupaya mendukung pembiayaan sektor properti dan 170 lebih industri turunan yang terlibat.