Menteri Rosan Roeslani mengungkapkan minat tiga perusahaan migas global, Exxonmobil, Chevron, dan BP, untuk berinvestasi di proyek energi dan migas Indonesia.
"Jadi kondisi 1997 terbalik dengan kondisi sekarang. Kalau dulu kita ekspor 1 juta barel per hari, sekarang kita impor 1 juta barel per hari," kata Bahlil.