Di hari saat massa FPI demo tolak Ahok di Balai Kota, ada yang berbeda dari pengawalan Wagub DKI Basuki T. Purnama. Pasukan tentara dari luar negeri yang berseragam loreng-loreng, berbadan besar dan memanggul senjata lengkap terlihat mengawalnya.
Ratusan massa yang berdemo menolak Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menjadi gubernur mulai meninggalkan DPRD DKI Jakarta. Mereka melanjutkan demonya ke depan Balai Kota DKI Jakarta, Jl Medan Merdeka Selatan.
Wagub DKI Basuki T Purnama atau Ahok kalem saja menanggapi isu pembubaran FPI. Kemendagri sudah menyampaikan bahwa rekomendasi pembubaran FPI bisa dilakukan bila ada usul dari Kemenkum HAM.
Wagub DKI Basuki T Purnama atau Ahok sudah berkirim surat ke Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Unggung Cahyono. Dalam surat yang dikirim hari ini, Ahok meminta agar polisi mencari aktor sesungguhnya di balik demo ricuh FPI.
FPI berdasarkan laporan kepolisian akan kembali menggelar aksi di depan balai kota DKI. Mereka tetap mengusung isu menolak Basuki T Purnama atau Ahok menjadi Gubernur DKI. Lalu apa kata Ahok soal aksi ini?
FPI rencananya akan kembali menggelar demo penolakan Basuki Thahaja Purnama (Ahok) menjadi Gubernur DKI Jakarta. Polisi akan mengawal peserta demo ini mulai dari markas mereka di Petamburan, Jakarta Pusat.
Sepekan setelah demo rusuh, Front Pembela Islam (FPI) akan kembali mendemo kantor Jokowi-Ahok. Ormas Islam tersebut akan unjuk rasa menolak Basuki Tjahaja Purnama sebagai gubernur di depan Balai Kota.
Front Pembela Islam (FPI) rencananya akan kembali menggelar aksi penolakan Basuki Thahaja Purnama (Ahok) menjadi Gubernur DKI Jakarta. Demo akan digelar di depan gedung DPRD DKI Jakarta pada pukul 14.00 WIB siang ini.
Dua penanggungjawab demo rusuh FPI, Novel Bamukmin dan Shahabbudin Anggawi sudah ditetapkan jadi tersangka dan ditahan Polda Metro Jaya. Tapi Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) rupanya masih belum puas.