Desakan untuk memblokir puluhan situs yang dianggap memfasilitasi pengunduhan file lagu secara ilegal terus disuarakan komunitas industri musik Tanah Air. Namun, apakah ini benar-benar menjadi solusi terbaik?
Setiap tahunnya tepatnya tanggal 23 Juli selalu diperingati sebagai hari Anak Nasional (HAN), bahkan Hari Anak Nasional (HAN) dalam beberapa tahun terakhir diperingati 'semakin meriah'.
Anggota Komisi I DPR RI Tantowi Yahya, mendukung langkah komunitas dan asosiasi industri musik di Indonesia yang meminta kepada Menkominfo Tifatul Sembiring untuk menutup 20 situs download musik ilegal.
Jika awalnya mereka muncul bagai pahlawan, lama-kelamaan justru terlihat seperti anak-anak yang haus perhatian. Terus-menerus minta dielus hingga ego-nya bengkak tak karuan.
Belakangan ini, aksi serangan cyber oleh grup hacker banyak terjadi. Satu kelompok yang mencuri perhatian adalah Lulz Security yang diketahui menghantam website tenar milik CIA, Senat Amerika Serikat dan Sony.
Ngetweet cabul membuat politisi Demokrat yang bersinar, Anthony Weiner, mundur sebagai anggota Kongres AS. Kasusnya menarik perhatian raksasa pornografi, Hustler. Pendiri Hustler, Larry Flynt, pun menawari Weiner pekerjaan.
Industri musik digital di Indonesia mendesak pemerintah, khususnya Kementerian Kominfo, agar ikut membantu memerangi pembajakan lagu dengan menutup akses ke situs-situs yang menyediakan fasilitas download musik secara ilegal.