Hubungan bilateral Indonesia dan Papua Nugini memanas lantaran Jet Falcon milik Air Nugini yang mengangkut pejabat-pejabat tinggi PNG dibuntuti 2 Sukhoi TNI. Ternyata, ketegangan dengan Papua Nugini bukan itu saja.
Indonesia dan Malaysia sama-sama tergabung dalam organisasi ASEAN. Meski demikian, ASEAN tidak bisa turut campur menyelesaikan masalah perbatasan kedua negara.
Gubernur Kabar Cornelis mengingatkan Pemerintah Indonesia agar menolak hasil pengukuran bersama garis batas negara Indonesia-Malaysia yang menyangkut wilayah Camar Bulan dan Tanjung Datu. Seharusnya, Pemerintah Indonesia memperbaruinya karena tidak sesuai dengan peta asli.
Mendagri Gamawan Fauzi mengatakan pemerintah akan melakukan pembangunan di wilayah perbatasan, khususnya di wilayah Kalimantan. Pembangunan akan dilakukan secara bertahap.
Sebagian wilayah Camar Bulan dan Tanjung Datu dikabarkan dicaplok Malaysia. Menanggapi hal itu, mantan Presiden Megawati Soekarnoputri berkata tegas, ujung titik terluar negara harus dipertahankan.
Menlu Marty Natalegawa menegaskan Indonesia tidak kenal kompromi mengenai perbatasan wilayah antarnegara. Hal itu pun sudah dilakukan kepada pemerintah Malaysia terkait patok batas di Tanjung Datu dan Camar Bulan.
Sebelum menjadi kontroversi yang berkepanjangan, kabar bahwa Malaysia mencaplok wilayah Indonesia di Camar Bulan dan Tanjung Datu, Kalimantan Barat, harus dipastikan kebenarannya. Pada prinsipnya setiap jengkal wilayah kadaulatan RI wajib dipertahankan.