Bagi warga Iran, sosok Mayor Jenderal Qasem Soleimani secara luas mewakili figur ketahanan nasional dalam menghadapi tekanan AS selama empat dekade terakhir.
Serangan ini terjadi menjelang seremoni pemakaman Komandan Garda Revolusi Iran, Mayor Jenderal Qasem Soleimani, yang tewas dalam serangan udara AS di Irak.
Presiden AS Donald Trump menegaskan dirinya memerintahkan pembunuhan Mayor Jenderal Qasem Soleimani untuk menghentikan perang, bukan untuk memulai perang baru.
Pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, menunjuk komandan baru untuk Pasukan Quds Garda Revolusi Iran, setelah Qasem Soleimani tewas dalam serangan AS.