Dalam sesi tanya jawab, sejumlah anggota DPR menanyakan masalah suku bunga acuan BI yang sudah rendah, namun suku bunga kredit di perbankan masih tinggi.
Kebijakan moneter alias Tapering yang akan dilakukan oleh Bank Sentral Amerika Serikat disebut akan mempengaruhi ekonomi sejumlah negara, terutama Indonesia.
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menyebut kenaikan suku bunga acuan atau BI 7 days reverse repo rate kemungkinan baru akan dilakukan pada akhir 2022
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menjelaskan pemerintah akan menerbitkan Surat Berharga Negara (SBN) melalui private placement yang akan dibeli oleh BI.
Tapering yang buat sebagian besar menganggapnya bahasa langit menjadi momok yang menakutkan buat para orang gedongan, lalu bagaimana dengan wong cilik?