Meramaikan pasar ponsel di Tanah Air, Sony Ericsson meluncurkan ponsel berbasis sistem operasi Android dan Symbian. Produk baru Sony Ericsson ini mengusung konsep lekukan tubuh manusia.
Vendor ponsel Sony Ericsson menganut prinsip 'poligami' sistem operasi. Artinya mereka tidak akan terikat hanya pada satu sistem operasi, melainkan pada banyak sistem operasi untuk dibenamkan dalam ponselnya.
Akhirnya ponsel Android besutan Sony Ericsson (SE) menyambangi Indonesia. Ponsel Xperia X10 terhitung yang paling mewah di antara jajaran Android Indosat lainnya. Sayang, sepertinya ponsel ini hanya ditujukan untuk yang berkantong tebal
Enam merek ponsel bundling Android yang dipasarkan Indosat lewat jalur pre-order, sejauh ini telah berhasil menjaring seribu pemesan. Meski demikian, pemasaran ponsel ini coba lebih digeber lagi dengan iming-iming diskon.
Operator seluler Indosat memasok 50 ribu unit ponsel Android untuk total persediaan barang tahun ini. Ponsel tersebut merupakan hasil kerja sama bundling bersama enam vendor ponsel ternama.
Dalam perhelatan Mobile World Congress, Sony Ericsson menggeber tiga ponsel barunya. Dua platform, Symbian dan Google Android diusung untuk mempersenjatai ponsel-ponsel barunya itu.
Seolah ingin bersaing dengan Nexus One dan XPERIA X10, Samsung bakal memamerkan ponsel 'Samuderanya' di ajang Mobile World Congress (MWC) awal bulan ini.
Ponsel anyar Sony Ericsson -- Xperia Pureness -- coba mengusung unsur kesederhanaan dan teknologi kontemporer. Ponsel dengan keypad tersembunyi ini merupakan perangkat genggam pertama di dunia yang dibentuk dengan layar LCD transparan.