Dua kasus perampok berbekal senjata api yang menyatroni toko emas di Kabupaten Bandung Barat (KBB) terjadi saat Hari Minggu. Begini analisis polisi soal pencurian disertai kekerasan di dua toko emas berbeda lokasi di KBB yang berlangsung pada hari libur.<div id="__if72ru4sdfsdfrkjahiuyi_once" style="display: none;"> </div>
Bukan sulap, bukan sihir. Tiga remaja ini nekat menjadi begal setelah menenggak minuman keras. Hasil kejahatan digunakan mereka untuk foya-foya. Setelah beraksi berulang kali, komplotan ini dibekuk polisi.
Apa yang dilakukan pria bertato ini tak pantas ditiru. Dia nekat mencuri uang dalam kontak infak di masjid di Pekanbaru. Aksinya diketahui warga dan akhirnya, dia babak belur dihajar massa.
Aksi pembalakan liar ternyata masih marak terjadi di Indonesia. Ini dibuktikan jajaran Polda Kalimantan Timur (Kaltim) menangkap kapal penyelundup kayu berkualitas tujuan Malaysia.
Ditpolair Mabes Polri berhasil menangkap satu unit kapal motor (KM) Mega I di Perairan Riau. Kapal asal Malaysia yang membawa bawang merah dan daging sapi itu ditangkap karena tidak dilengkapi dokumen resmi.
Dua orang pelaku pencurian motor (curanmor) atau begal kelompok Lampung dibekuk tim Opsnal Unit V Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya. Kedua tersangka yang kerap menyasar motor di pinggir jalan ini mempersenjatai diri dengan senjata api rakitan.
Kaki kiri Mp (25), pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) dilumpuhkan dengan timah panas oleh Unit Reskrim Polsekta Regol. Ia sempat akan menabrak polisi saat tepergok hendak mencuri.
Kasus Begal, yang dalam bahasa hukum polisi disebut sebagai kejahatan pencurian dengan kekerasan (curas) semakin marak di wilayah Jabodetabek. Polisi akan meningkatkan patroli rutin dan patroli berskala besar untuk membasmi kejahatan yang meresahkan tersebut.