Larangan impor ini merespons kekhawatiran soal penggunaan kerja paksa dalam aktivitas produksi di Xinjiang, yang banyak ditinggali etnis minoritas Uighur.
Para demonstran anti-kudeta di Myanmar melakukan aksi "mogok senyap" pada hari Jumat, dengan menutup bisnis dan mengosongkan jalan-jalan di berbagai kota.