Menurut Hasan Nasbi, naik-turunnya elektabilitas capres di survei terjadi karena besarnya angka unidentified voters, bukan karena naik-turunnya angka lawan.
"Saya kira tak ada tanda Pak Prabowo pepet Pak Jokowi. Sebaliknya Pak Jokowi melayang tinggi mendekati kemenangan, jauh meninggalkan Pak Prabowo," ujar Tsamara.
"Yang utama dari kampanye adalah mensosialisasikan visi misi program-program unggulan Pak Jokowi dan Pak Kiai sehingga tercipta pendidikan politik yang baik."
Hasil survei sejak Pilgub DKI 2012 hingga Pilgub Jateng 2018 menunjukkan anomali hasil. Hal ini juga terjadi saat survei Pilpres 2019. Seperti apa hasilnya?