Anggota DPR Herman Khaeron mendesak investigasi menyeluruh terkait kecelakaan kereta di Bekasi Timur. Ia menekankan pentingnya keselamatan transportasi publik.
Kecelakaan tragis di Stasiun Bekasi Timur terjadi pada 27 April 2026, saat KA Argo Bromo Anggrek menabrak KRL, menewaskan 14 orang dan melukai 84 lainnya.
"100% yang kita evakuasi perempuan," ungkap Kepala Basarnas Mayjen M Syafii saat menyampaikan mengenai korban tabrakan kereta api di Stasiun Bekasi Timur.
Komut KAI Said Aqil menjelaskan kecelakaan KA Argo Bromo dan KRL di Bekasi disebabkan taksi yang berhenti di perlintasan. Evaluasi akan dilakukan segera.
Kecelakaan kereta Bekasi jadi pengingat pahit bahwa keselamatan transportasi belum optimal. Dari perlintasan tanpa palang, dugaan human error, hingga sistem.
Basarnas terus evakuasi tujuh korban perempuan terjepit di gerbong akibat tabrakan KA dan KRL di Bekasi. Beberapa korban masih hidup dan dalam penanganan medis.
Nama Taksi Green SM ikut terseret setelah diduga jadi salah satu faktor penyebab kecelakaan Kereta Api di Stasiun Bekasi Timur (27/4). Berikut kata Green SM