Sekitar 50 orang yang berasal dari Front Relawan Demokrasi (FRD) Sumut dan anak jalanan, mendatangi kantor Gubernur Sumatera Utara. Mereka menolak wacana penundaan Pemilu legislatif 9 April 2009 medatang.
Musim kampanye di Austria boleh jadi tidak semeriah di Indonesia. Jangan bayangkan anda bisa melihat arak-arakan konvoi kendaraan bermotor, perang spanduk di tiang listrik dan pohon pohon, atau rapat umum dengan hiburan musik dangdut.
Memasuki hari ke empat kampanye terbuka, Partai Demokrat (PD) Jawa Timur melakukan kampanye simpatik dengan membagikan bunga, poster, stiker dan kalender ke pengguna jalan.
Puluhan mahasiswa menggelar aksi unjukrasa di depan kantor KPUD Kota Medan. Dalam aksinya, mahasiswa menyerukan agar KPUD Kota Medan serius melakukan sosialisasi tata cara pencontrengan surat suara.
Siswa-siswi SMA Mujahidin Surabaya menggelar kampanye terbuka. Kampanye santun itu memberi contoh ke para caleg yang akan bertarung memperebutkan kursi di Dewan Perwakilan Rakyat.
Meskipun Abdul Hadi Djamal telah mengundurkan diri dari PAN dan DPP PAN juga sudah resmi memecatnya, baliho Hadi sebagai caleg untuk DPR RI masih bertebaran di beberapa ruas jalan protokol di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel).
Sekitar 100 orang mahasiswa yang tergabung dalam Kesatuaan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) unjuk rasa di depan Gedung Sate. KAMMI mengajak masyarakat tidak golput dalam pemilu legislatif dan presiden mendatang.
Menyosong Pemilihan Umum (Pemilu) 2009 intensitas kampanye semakin marak. Namun, ada ganjalan ketika "berbuat baik untuk rakyat" dianggap sebagai simbolis belaka. Sebagian caleg merasa gerah.
Banyak baliho maupun poster milik calon anggota legislatif terpajang di jalur terlarang kampanye. Namun, caleg pemilik baliho malah mengaku tidak tahu kalau wajahnya terpajang di kawasan itu.