Pengusaha Indonesia Eddy Sariaatmadja baru-baru ini menyerahkan sumbangan peralatan pemindai canggih senilai $ 1,3 juta kepada Rumah Sakit di Australia.
Para pria yang dituduh merencanakan salah satu plot teror paling "canggih" di Australia diduga merencanakan untuk melepaskan zat sulfida hidrogen beracun.