China berencana membangun taman teknologi seperti Silocon Valley di San Francisco, Amerika Serikat. Pusat pengembangan teknologi itu senilai Rp 28 triliun.
Bayangkan jika Anda mengendarai sebuah mobil sport listrik canggih, lalu dinasihati oleh mobil Anda itu seperti ini: "Anda terlalu tegang, kurangi kecepatan sekarang."
Era artificial intelligence (AI) dimulai. Pada vendor teknologi berbondong membuat platform kecerdasan buatan mereka, tidak terkecuali Line yang membesut Clova.
Setelah memborong bisnis Uber di China, kini Didi Chuxing memperluas sayapnya ke Amerika Serikat dengan membangun pusat riset dan pengembangan. Buat apa?