Petugas Urusan Kedokteran dan Kesehatan (Urdokkes) Kepolisian Resor Cilacap, Jawa Tengah, Selasa (12/11/2013) kemarin, mengambil sampel darah keluarga kedua korban.
Sebanyak 42 imigran tewas dalam kecelakaan kapal di perairan selatan Cianjur, Jawa Barat, pekan lalu. Guna mengidentifikasi korban, Polri bekerjasama dengan tiga kedutaan besar untuk mencari data pembanding para korban.
Sebanyak 21 jasad imigran gelap yang tenggelam di perairan Cianjur, Jawa Barat, sudah berada di RS Polri, Kramatjati, Jakarta Timur. Proses identfikasi baru akan dimulai pada Senin esok.
Tim Disaster Victim Identification (DVI) menyatakan terdapat 21 korban tewas dalam peristiwa tenggelamnya kapal pembawa 204 imigran gelap di Cianjur. Tujuh diantaranya sudah teridentifikasi.
Sejumlah orang yang mengaku dari Mabes Polri, Polda, Polres dan Polsek, begitu juga Polisi Militer menelepon dirinya berkali-kali. “Istri saya juga diteror melalui telepon, dengan alasan tak ada hak saya menahan barang bukti itu,” ucapnya.
Tim Disaster Victim Identification menemukan identitas pelaku sekaligus korban bom bunuh diri di Mapolres Poso, beberapa waktu lalu. Pelaku diketahui merupakan warga Lamongan, Jawa Timur.
Sebanyak 7 jenazah teroris yang ditelah diidentifikasi tim DVI Mabes Polri telah dibawa pulang pihak keluarga. Bahkan jenazah terakhir telah dimakamkan hari ini.