Masifnya penyebaran virus ini langsung berdampak bagi kesehatan dan ekonomi, sehingga mendorong WHO menetapkan darurat kesehatan sejak 30 Januari 2020.
Wapres Ma'ruf Amin mengatakan booster kedua yang berbayar itu diperuntukan untuk masyarakat yang non penerima bantuan, hal itu untuk mengurangi subsidi.
Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan alasan tidak melakukan lockdown di awal pandemi COVID-19. Jokowi menilai keputusan lockdown bisa memicu kerusuhan.
Presiden Joko Widodo mengatakan, jika sebelumnya pemerintah memutuskan melakukan lockdown, diperkirakan akan ada kerusuhan pada 2 hingga 3 pekan berikutnya.