Senang bercampur haru dan bangga, itulah perasaan yang saya alami ketika saya telah berhasil melewati jeram demi jeram dengan menggunakan perahu kayak di sungai yang terkenal cukup ganas di Indonesia ini
Senang bercampur haru dan bangga, itulah perasaan yang saya alami ketika saya telah berhasil melewati jeram demi jeram dengan menggunakan perahu kayak di sungai yang terkenal cukup ganas di Indonesia, yakni Sungai Alas.
Bangkok, (07/10/2011) Selepas dari Bandara Penang kami tiba di Bandara Svarnabhumi, Bangkok, Thailand pukul 19.00 waktu setempat. Bandara yang baru diresmikan 3 tahun lalu ini bisa menampung 30-40 juta penumpang setiap tahunnya.
Tanggal 25 Oktober 2011, saya dan W (kakak perempuan saya) sampai di Kuta, Bali pada pukul 15.00 WITA. Dari awal kami memang sudah berencana ke Gili Trawangan sampai di hari ke-2 liburan dan baru setelah itu kami mulai meng-explore Bali.
My first travelling (paling jauh) pas sama temen-temen satu angkatan jurusan Manajemen Informatika membuat ketagiahan. Kenapa dibilang paling jauh? Ya, karena kami dari pulau yang berada di Barat sana, yaitu Pulau Sumatra tepatnya Kota palembang.
Ya, Koh Pha Ngan ini terkenal dengan party-nya. Mulai dari Full Moon Party, Half Moon, sampai Black Moon Party. Pesta ini bergantung pada kesempurnaan kondisi bulan di langit.
Setelah kemarin menikmati gemerlap Bali, hari ini aku sudah mengatur janji dengan agen fastboat yang akan mengantarkan aku dan Kiki ke Gili Trawangan. Tepat jam 7 pagi kami sudah dijemput oleh agen travel.