Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kendal menyebut, dibanding tahun 2019 lalu, jumlah stok hewan kurban di Kendal tahun ini mengalami penurunan akibat pandemi.
Wabah virus Corona membuat harga sapi kurban di Jombang naik 10 persen. Tak hanya itu, penjualan pedagang terjun bebas dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Para pengelola sejumlah kebun binatang di Indonesia harus memutar otak untuk memberi pakan kepada hewan-hewannya mengingat mereka tak lagi punya pemasukan.
Terlalu banyak stok telur untuk persediaan selama masa karantina berakhir busuk. Pemasok telur di Singapura akhirnya membuang 250 ribu telur secara sia-sia.