Partai Golkar membatasi langkah tokoh selain Ical untuk berlaga di Pilpres 2014. Alhasil, tokoh sekaliber JK sampai menyatakan kesiapan dipecat. Rupanya, Golkar ketakutan dengan trauma masa lalu.
Partai Golkar memang telah resmi mendeklarasikan pencapresan Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie. Namun Golkar paham betul bahwa kekuatan figur adalah kunci sukses pencapresan.
PAN masih menganalisis hasil putaran pertama Pilgub DKI Jakarta. Yang menjadi bahan telaah adalah kemunculan Joko Widodo sebagai pemenang Pilgub putaran pertama dalam hitung cepat.
Banyak kalangan menyebut Pilgub DKI adalah gambaran Pileg dan Pilpres 2014. Namun meski kalah di Pilgub DKI, Partai Golkar masih optimis menatap Pileg dan Pilpres 2014.
Pemilu 2014 tak sampai dua tahun lagi digelar. Sejumlah kandidat capres mulai didorong oleh sejumlah parpol dan juga kelompok untuk maju di Pilpres. Siapa saja mereka?
Sentul International Convention Center (1-7-2012) siang itu terlihat sangat gemuruh, Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie (ARB) resmi menjadi calon presiden Republik Indonesia tahun 2014-2019 yang tentunya juga diharapkan dengan menobatkan Partai Golkar sebagai pemenang pemilu.
Acara deklarasi Aburizal Bakrie sebagai capres 2014 dihadiri oleh seluruh elit politisi Partai Golkar. Namun demikian Jusuf Kalla yang merupakan Ketum DPP Partai Golkar sebelum digantikan oleh Ical, justru tidak terlihat hadir.
Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tetap percaya diri menghadapi Pemilu 2014. PKS menjadikan hasil riset Lembaga Survei Nasional (LSN) sebagai masukan untuk konsolidasi internal.
PDI Perjuangan tak memungkiri popularitas ketua umumnya, Megawati Soekarnoputri, masih teratas selama setengah tahun ini. Peluang pencapresan Mega memang masih terbuka.