Sugi Nur Rahardja atau yang dikenal dengan sebutan Gus Nur buka-bukaan seputar kasus ujaran kebencian terhadap Ormas Nahdlatul Ulama (NU) dan kehidupannya.
Gus Nur mengaku ditawari bergabung di Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI). Namun tawaran itu ditolaknya. Gus Nur mengatakan dirinya independen.
Gus Nur mengaku terpancing pertanyaan Refly Harun dalam suatu kesempatan wawancara. Gus Nur melontarkan analogi NU seperti "bus yang dikendari sopir mabok".