Menneg PP dan PA akan berkoordinasi dengan Kemenakertans dan BNP2TKI. Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Linda Amalia Sari berjanji berkoordinasi dengan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar dan juga Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) M Jumhur Hidayat terkait persoalan TKW."Saya juga tidak setuju TKW dikirim untuk pembantu rumah tangga (PRT). Usulan Pak Busro (anggota Komisi VIII dari F-PG, red) akan menjadi catatan kami, dan kami akan berkoordinasi dengan Kemenakertans dan BNP2TKI," kata Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Linda Amalia Sari Gumelar dalam Rapat Kerja dengan Komisi VIII DPR, Rabu (6/7).Sebelumnya, Busro meminta agar KPP dan PA didesak mengeluarkan pernyataan resmi untuk menghentikan pengiriman Tenaga Kerja Wanita (TKW) yang akan dipekerjakan pada sektor rumah tangga.Pernyataan politisi Partai Golkar itu dilatarbelakangi kasus hukuman mati yang menimpa Ruyati binti Satubi pertengahan Juni lalu. Dia mengingatkan KPP dan PA agar mengeluarkan pernyataan yang tegas terkait dengan ancaman hukuman mati yang menimpa TKI di luar negeri."Beberapa waktu lalu, saya sudah mengingatkan KPP dan PA untuk berbicara agar menghentikan pengirimkan TKW ke Arab Saudi. Karena zaman dulu belum ada pengiriman TKI ini tidak pernah ada keganjilan," ujarnya.Kembali ke Linda, istri Agum Gumelar tersebut menyatakan, KPP dan PA sudah bekerja sama dengan BNP2TKI untuk memberikan pelatihan tentang kesehatan reproduksi dan bahaya narkoba kepada calon TKI tang akan diberangkatkan ke luar negeri. "Kami ; kan juga sebagai anggota gugus tugas trafficking, memang yang kebanyakan ditangani adalah TKI ilegal," pungkas Linda.
Rabu, 06 Jul 2011 15:14 WIB