Ketut menyatakan banyak korban berjatuhan karena tidak ada warga yang mengungsi seperti sekarang. Pemerintahan saat itu juga tidak sereaktif seperti sekarang.
Di daerah rawan air seperti di beberapa kecamatan di Sukabumi, Sragen, Pati, Banjarnegara, dan Sumbawa, Kementerian PUPR telah melakukan pengeboran air tanah.
Dengan dada terbuka mereka bergantian menyabetkan cemetinya ke arah lawan. Lukapun menganga di punggung dan tangan mereka. Darah segar menetes membasahi tubuh.